Sang Penyumbat: Gangguan Mental Agustus 26, 2008
Posted by nyanabhadra in Indonesia, Thich Nhat Hanh, meditasi, refleksi.Tags: ego, meditasi, nirvana, organisasi, politik, Thich Nhat Hanh, transformasi
comments closed
oleh Bhante Thich Nhat Hanh
Buddhis mengutamakan latihan batin konsentrasi terpusat. Menyadari sepenuhnya bahwa tanpa konsentrasi, tanpa membuang gangguan mental, maka meditasi sulit memberikan hasil. Konsentrasi membawa ketenangan, kedamaian, kestabilan, menghadirkan suasana melegakan. Jika para petani menggunakan alat-alat pertanian untuk merawat ladangnya, para praktisi menggunakan meditasi untuk merawat kesadarannya. Buah dan bunga hasil latihan tumbuh dari lahan sang batin.
Pedoman Meditasi Jalan Agustus 14, 2008
Posted by nyanabhadra in Indonesia, Thich Nhat Hanh, meditasi.Tags: damai, jalan, meditasi, teratai, Thich Nhat Hanh
comments closed
Pedoman Meditasi Jalan
Oleh Bhante Thich Nhat Hanh
Langkahmu Yang Paling Penting
Aktivitas apa yang paling penting dalam hidupmu? Lulus ujian, membeli rumah atau mobil, atau promosi jabatan? Banyak orang yang lulus ujian, mereka yang sudah membeli mobil dan rumah, mereka yang sudah naik jabatan, namun mereka tetap saja tidak menemukan kedamaian batin, tanpa keriangan, tanpa kebahagiaan. Menemukan harta karun, dan kemudian berbagi harta karun itu kepada orang lain dan semua makhluk, inilah hal yang paling penting dalam hidup ini.
Demi memperoleh kedamaian dan keriangan, kamu mesti sukses meraih kedamaian dalam setiap langkahmu. Langkahmu merupakan hal yang paling penting. Langkahmu sebagai penentu semua keputusan. Saya menyalakan dupa ini dan menyatukan telapak tanganku seperti kuncupan bunga teratai untuk berdoa demi kesuksesanmu.
Perdamaian Berawal dari….. Juli 11, 2008
Posted by nyanabhadra in Indonesia, Thich Nhat Hanh, refleksi.Tags: damai, Engaged Buddhism, John Malkin, meditasi, plum village, radio, santa cruz, spiritual, Thich Nhat Hanh, zen
comments closed
Dalam Ajaran Buddha yang Ikut Berperan Aktif*, Perdamaian Berawal dari Dirimu Sendiri
Oleh John Malkin
Thich Nhat hanh, pencetus ajaran Buddha yang ikut berperan aktif, dalam wawancara dengan John Malkin.
Baru-baru ini saya bertemu dengan Thich Nhat Hanh di Wihara Kim Son, California Utara. Saya sangat bahagia duduk bersama dengan beliau dalam minum teh zafu, saya juga gembira saat beliau memberi isyarat sederhana ke lembar pertanyaan yang tergeletak di samping saya: jika tidak satu jam kemudian lonceng makan siang akan dibunyikan tanpa sempat melakukan wawancara apa pun.
Biksu dari Vietnam, Thich Nhat Hanh dicalonkan sebagai penerima penghargaan Nobel perdamaian oleh Martin Luther King Jr. pada 1967, setelah menjadi aktivis penting dalam pergerakan perdamaian di Vietnam. Beliau adalah penulis lebih dari seratus buku, termasuk Cinta Kasih dalam Tindakan, Kedamaian dalam Setiap Langkah, Keajaiban dari Perhatian Penuh Kesadaran, serta Tak Ada Kematian, Tak Ada Ketakutan. Beliau sekarang ini berdiam di wihara Plum Village, di Perancis.
-John Malkin
Motivasi Mahayana April 7, 2008
Posted by nyanabhadra in refleksi.Tags: bodhicitta, buddha, dharma, emosi, mahayana, meditasi, motivasi, vairocana
add a comment
Motivasi Mahayana
Semua yang kita diskusikan di sini cukup signifikan, karena kita ingin merealisasi dua jenis tubuh (Tib. Sku, Skt. Kaya) Buddha, yaitu Prajna Sempurna Ajaran Buddha (Dharmakaya), kemudian Bentuk Tubuh Buddha (Tib. gZugs sKu, Skt. Rupakaya), Tubuh Dharma dan Tubuh Bentuk Buddha; ketika kita duduk meditasi, ini akan menjadi salah satu penyebab merealisasi badan jasmani fisik Buddha, ketika kita meletakkan batin pada posisi yang tepat, kita juga menciptakan penyebab terealisasinya batin pencerahan.
Ketika kita berbicara tentang benih Buddha (Tib. Sangs rGye kyi Rigs, Skt. Buddhagarbha), kita membicarakan potensi kita untuk merealisasi Buddha, tidak ada orang yang tidak ingin merealisasi tingkat Buddha sempurna, kesempurnaan fisik dan mental.
Meditasi Nafas Maret 31, 2008
Posted by nyanabhadra in meditasi.Tags: batin, buddha, energi, meditasi, mental, napas, netral, prajna, samatha, visualisasi
add a comment
Praktik meditasi kita fokuskan pada penghembusan keluar nafas, dengan bernafas keluar, kita bayangkan semua pikiran negatif pergi meninggalkan kita melalui lubang hidung yang berbentuk awan hitam kemudian melebur dan hilang, kita perlu melakukannya beberapa kali, dengan demikian batin kita menjadi bersih dan jernih.
Jadi, batin dan badan jasmani terkoneksi sangat erat dan dekat, energi batin bagaikan kuda, dan pikiran bagaikan joki, jadi antara kuda dan joki memiliki koneksi sangat erat, dengan demikian kita membayangkan energi hitam keluar melalui nafas keluar.
Dengan membayangkan energi hitam itu keluar, maka kita memvisualisasikan objek perlindungan, visualisasikan para Buddha dan bodhisatwa di depan kita, dan kemudian kita melakukan meditasi nafas dengan fokus pada nafas masuk semua berkah, prajna, pencapaian, welas asih, kekuatan para Buddha dan bodhisatwa.
Meditasi Dengan Batin? Maret 24, 2008
Posted by nyanabhadra in meditasi.Tags: batin, buddha, emosi, mahayana, meditasi, motivasi, nafas, samatha
add a comment
Perhatikan Batinmu Dulu
Kita tidak dianjurkan melakukan meditasi begitu saja tanpa persiapan, namun pertama perhatikan terlebih dahulu apa yang sedang terjadi dalam batin, pertama-tama arahkan fokus kepada diri kita sendiri dan periksalah apa yang sedang terjadi dalam batin kita.
Akar dari samsara maupun Nirvana adalah batin kita, jadi sangat penting untuk menempatkan batin pada kerangka yang tepat dan membangkitkan niat luhur, ciptakanlah motivasi yang tepat, meditasi bukanlah diukur dari seberapa lama anda sanggup duduk diam, namun seberapa tepat batin dan motivasi yang dibangkitkan.
Atisa Dipamkara menyebutkan, apabila akar pohon mengandung racun, maka semua cabang, daun, dan buah yang tumbuh juga akan beracun dalam kadar yang banyak maupun sedikit; apabila akarnya bersih dan murni, maka hasilnya juga akan bagus, jadi sangat penting untuk memulai dengan motivasi yang baik yang nanti akan memberi efek kepada bagian lain. Suatu praktik tergolong suatu praktik spiritual atau bukan, praktik mahayana atau bukan, semua ini tergantung pada motivasi yang melandasinya.
Postur Meditasi Vairocana Maret 17, 2008
Posted by nyanabhadra in meditasi.Tags: buddha, damai, duduk, elemen, lotus, meditasi, prana, vairocana, vajra
2 comments
Ada tujuh postur meditasi yang disebut postur meditasi Buddha Vairocana (Tib. rnam par snang mdzad), yaitu posisi teratai (lotus) penuh (Tib. rdo rje skyil krung), atau setengah teratai. Untuk memulai dengan posisi ini memang sulit, namun pelan-pelan kita akan terbiasa dengan posisi seperti itu, dan tubuh kita juga menjadi semakin lentur, dan memberi efek lentur kepada pikiran juga.
Posisi itu sangat ideal, ketika seseorang sudah mulai terbiasa dengan postur itu dalam kurun waktu lama, maka ini akan memberi dukungan kepada pikiran. Duduk dalam postur teratai penuh maupun setengah teratai memberikan posisi duduk stabil, postur ini juga yang praktikkan oleh para Arahat dan Buddha, merupakan posisi yang sempurna.
Mengapa Meditasi Maret 10, 2008
Posted by nyanabhadra in meditasi.Tags: batin, bodhgaya, buddha, dharma, kusa, meditasi, mental, prana, swastika
add a comment
Mengapa Meditasi?
Belajar, membaca, dan mendengar dharma bertujuan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, tentu saja kita menginginkan suatu perubahan. Dari dulu hingga detik ini, kita selalu dikendalikan oleh batin, dan demikian pula batin kita dikendalikan oleh faktor mental pengganggu (Tib. nyon mongs, Skt. Kleśa), seperti nafsu keinginan, kemelekatan, rasa penolakan, marah, dan kehilangan akal, semua faktor mental pengganggu inilah yang menuntun kita melakukan perbuatan-perbuatan negatif, ujung-ujungnya perbuatan itulah yang membawa dampak buruk bagi diri kita sendiri dan orang lain; oleh karena itu, kita ingin merubah keadaan ini.
Lalu, apa yang akan kita lakukan untuk merubah keadaan tersebut? Kita belajar, berlatih, dan meditasi; semua tindakan ditujukan kepada pengendalian batin, dengan keadaan batin terkendali, kita bisa mengarahkan pikiran kita ke arah yang diinginkan, demikian pula ketika pikiran terkendali, kita bisa mengganti objek konsentrasi sesuai keinginan kita, dengan demikian kita menginginkan suatu keadaan mental yang terkendali.
Berhenti Bertindak! Mei 7, 2007
Posted by nyanabhadra in 400 Stanza.Tags: aryadeva, bajik, batin, berhenti, meditasi, mental, pasir, yama
add a comment
Jumlah pasir di pantai bagaikan kelahiran kembali ke alam rendah, dan satu kantong kecil pasir bagaikan kelahiran ke alam lebih baik, saat ini juga, kita sedang menikmati kebebasan dan keberuntungan, kita perlu mengetahui dan menyadari keadaan sekarang ini, walaupun kita tidak bisa mencapai pembebasan dalam satu kehidupan ini, tapi ada baiknya kita memastikan diri untuk tidak terlahir ke alam rendah, inilah nasihat Aryadeva, oke!
Meditasi Kematian Maret 26, 2007
Posted by nyanabhadra in meditasi.Tags: aryadeva, dharma, dukkha, kematian, meditasi, mispersepsi, motivasi, realitas
2 comments
Kematian dan Kebebasan
Mengerti dan mendiskusikan tentang Empat Kebenaran Mulia sangat penting, mencakup praktisi yang memiliki kapasitas kecil, menengah, dan agung; kapasitas kecil dan menengah fokus pada ajaran Empat Kebenaran Mulia, karena banyak membicarakan ketidakpuasan, ketidak-kekalan (Tib. Mi rtag pa, Skt. Anitya), kematian, ketidakpuasan dalam bentuk kasar yang bisa dilihat dengan jelas, seperti kematian, namun tidak membicarakan secara mendetail tentang proses terjadinya kematian yang perlahan-lahan beserta proses-proses detailnya.
Apabila kita membaca karya-karya agung para guru spiritual, kita akan menemukan, inilah topik-topik yang dipaparkan di awal, manusia terbebas dari berbagai kondisi yang sulit, menikmati berbagai kemudahan, para guru mengingatkan kita berulang kali, tampaknya ini merupakan hal yang cukup signifikan untuk direnungkan baik-baik.









