Guru Spiritual April 21, 2008
Posted by nyanabhadra in Dagpo Rinpoche, Indonesia, lamrim, refleksi.Tags: buddha, Dagpo Rinpoche, emanasi, guru spiritual, lamrim, mahayana, murid
comments closed
Guru Spiritual
Oleh Dagpo Rinpoche
Kualifikasi Guru Spiritual
Dalam Lamrim Chenmo menyebutkan tentang [1] definisi seorang guru spiritual yang menenuhi kualifikasi, [2] definisi seorang murid yang memenuhi kualifikasi, dan [3] bagaimana murid tersebut bertumpu kepada guru spiritual tersebut.
Dalam “Mahayana-sutra-alamkara” terdapat sepuluh kualitas seorang guru spiritual, di masa kemerosotan ini, seorang murid melihat gabungan kualitas baik dan buruk seorang guru spiritual, sungguh sulit bagi seorang murid untuk melihat dengan jelas sepuluh kualitas guru spiritual itu.
[1] Sila, [2] Samadhi, [3] Pannya, [4] pengetahuan dalam, [5] Virya, [6] paham Tripitaka, [7] pengertian tentang shunyata, [8]kemampuan mengajar, [9] maha karuna, [10] membimbing murid tanpa lelah. Minimal memiliki 5 kualifikasi, yaitu Sila, Samadhi, Pannya, mengerti secara mendalam tentang Shunyata (walaupun belum merealisasi shunyata), maha karuna; kalau ada 5 kualifikasi ini sudah dianggap baik.
Motivasi Mahayana April 7, 2008
Posted by nyanabhadra in refleksi.Tags: bodhicitta, buddha, dharma, emosi, mahayana, meditasi, motivasi, vairocana
add a comment
Motivasi Mahayana
Semua yang kita diskusikan di sini cukup signifikan, karena kita ingin merealisasi dua jenis tubuh (Tib. Sku, Skt. Kaya) Buddha, yaitu Prajna Sempurna Ajaran Buddha (Dharmakaya), kemudian Bentuk Tubuh Buddha (Tib. gZugs sKu, Skt. Rupakaya), Tubuh Dharma dan Tubuh Bentuk Buddha; ketika kita duduk meditasi, ini akan menjadi salah satu penyebab merealisasi badan jasmani fisik Buddha, ketika kita meletakkan batin pada posisi yang tepat, kita juga menciptakan penyebab terealisasinya batin pencerahan.
Ketika kita berbicara tentang benih Buddha (Tib. Sangs rGye kyi Rigs, Skt. Buddhagarbha), kita membicarakan potensi kita untuk merealisasi Buddha, tidak ada orang yang tidak ingin merealisasi tingkat Buddha sempurna, kesempurnaan fisik dan mental.
Meditasi Dengan Batin? Maret 24, 2008
Posted by nyanabhadra in meditasi.Tags: batin, buddha, emosi, mahayana, meditasi, motivasi, nafas, samatha
add a comment
Perhatikan Batinmu Dulu
Kita tidak dianjurkan melakukan meditasi begitu saja tanpa persiapan, namun pertama perhatikan terlebih dahulu apa yang sedang terjadi dalam batin, pertama-tama arahkan fokus kepada diri kita sendiri dan periksalah apa yang sedang terjadi dalam batin kita.
Akar dari samsara maupun Nirvana adalah batin kita, jadi sangat penting untuk menempatkan batin pada kerangka yang tepat dan membangkitkan niat luhur, ciptakanlah motivasi yang tepat, meditasi bukanlah diukur dari seberapa lama anda sanggup duduk diam, namun seberapa tepat batin dan motivasi yang dibangkitkan.
Atisa Dipamkara menyebutkan, apabila akar pohon mengandung racun, maka semua cabang, daun, dan buah yang tumbuh juga akan beracun dalam kadar yang banyak maupun sedikit; apabila akarnya bersih dan murni, maka hasilnya juga akan bagus, jadi sangat penting untuk memulai dengan motivasi yang baik yang nanti akan memberi efek kepada bagian lain. Suatu praktik tergolong suatu praktik spiritual atau bukan, praktik mahayana atau bukan, semua ini tergantung pada motivasi yang melandasinya.









