Meditasi Kematian Maret 26, 2007
Posted by nyanabhadra in meditasi.Tags: aryadeva, dharma, dukkha, kematian, meditasi, mispersepsi, motivasi, realitas
2 comments
Kematian dan Kebebasan
Mengerti dan mendiskusikan tentang Empat Kebenaran Mulia sangat penting, mencakup praktisi yang memiliki kapasitas kecil, menengah, dan agung; kapasitas kecil dan menengah fokus pada ajaran Empat Kebenaran Mulia, karena banyak membicarakan ketidakpuasan, ketidak-kekalan (Tib. Mi rtag pa, Skt. Anitya), kematian, ketidakpuasan dalam bentuk kasar yang bisa dilihat dengan jelas, seperti kematian, namun tidak membicarakan secara mendetail tentang proses terjadinya kematian yang perlahan-lahan beserta proses-proses detailnya.
Apabila kita membaca karya-karya agung para guru spiritual, kita akan menemukan, inilah topik-topik yang dipaparkan di awal, manusia terbebas dari berbagai kondisi yang sulit, menikmati berbagai kemudahan, para guru mengingatkan kita berulang kali, tampaknya ini merupakan hal yang cukup signifikan untuk direnungkan baik-baik.
Syair Permohonan Ajaran Maret 25, 2007
Posted by nyanabhadra in refleksi.Tags: ajaran, batin, buddha, dharma, guru, kematian, manjushri, metode, motivasi, pelita, spritual, syair, tekad
add a comment
Dalam Praktik Tujuh Bagian (Tib. yan lag bdun), ada satu syair yang intinya adalah memohon Buddha, pemenang, penakhluk berjaya di seluruh penjuru untuk menyalakan pelita ajaran dengan mengajarkan Dharma demi mengusir ketidaktahuan (Tib. ma rig pa, Skt. Avidyā), kegelapan dari delusi kedungguan (Tib. gti mug, Skt. Moha), yang merupakan sumber dari segala derita nestapa, semua tindakan kita dilandasi kebinggunan yang mengakar pada faktor mental pengganggu (Tib. nyon mongs, Skt. Kleśa), nyalakanlah pelita ajaran demi kebaikan semua makhluk.









