Posted by nyanabhadra in refleksi.
Tags: kekuasaan, mental, otoritas, respon
Kelahiran sebagai manusia bisa diperoleh dengan melakukan kebajikan dan perbuatan baik sesuai dengan sila dan karma beserta efeknya, jika kita melakukan kebajikan dengan pandangan sempit dan dengan hati ingin sekali mendapatkan hasil yang baik, maka buah kebajikan itu akan habis bahkan akan cepat aus, mengapa? Karena sifat alami dari sebuah tindakan memang begitu, oleh karena itu jangan melekat pada kebahagiaan yang sangat terbatas dalam samsara.
Jika anda mengharapkan kelahiran akan datang sebagai manusia demi mencapai pembebasan dan pencerahan, maka semua kehidupanmu akan banyak berubah, karena orientasimu adalah orientasi terbaik, niat terbaik, motivasi terbaik.
(lagi…)
Posted by nyanabhadra in 400 Stanza.
Tags: amarah, aryadeva, belas kasih, chandrakirti, kekuasaan, kritik, respon, sabar
Kemarahan muncul karena engkau tak punya kekuasaan,
dan kemarahan juga yang membuatmu berwajah buruk,
Mereka yang punya kekuasaan namun tak punya belas kasih sama sekali,
sesungguhnya mereka ini lebih buruk lagi. (400 Stanza, 139;Aryadeva)
Kemarahan muncul karena kita tidak punya kekuasaan, wajah kita akan berubah menjadi hitam, lipatan kerut muncul di dahi, tampang kita sungguh buruk. Kita tidak bisa mengendalikan orang lain karena tanpa kekuasaan dan sama sekali tak berdaya, akhirnya kita membuat diri sendiri repot, kemarahan sudah memuncak membuat anda ingin melukai orang lain, bahkan kalau bisa menonjok orang yang menjadi sumber kemarahan kita. Keinginan kita untuk melukai orang lain menunjukkan bahwa kita tidak memiliki welas asih.
(lagi…)