Lima Latihan Agustus 30, 2009
Posted by nyanabhadra in Indonesia, Thich Nhat Hanh, refleksi.Tags: bahagia, cinta, lima latihan, pancasila, penyembuhan
add a comment
Kakak dan adik bersama dalam komunitas, inilah momen bagi kita bersama untuk melafalkan lima latihan perhatian penuh kesadaran. Lima latihan ini mewakili visi buddhis dalam ruang lingkup spiritual dan etnik secara global. Latihan ini merupakan ungkapan konkrit atas ajaran Buddha tentang Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Mulia Beruas Delapan, jalan pengertian benar dan cinta kasih, menuntun ke arah penyembuhan, transformasi dan kebahagiaan untuk diri sendiri dan dunia. Melaksanakan Lima Latihan ini berarti mengolah pengertian mendalam atas keadaan saling bergantungan, pandangan benar yang mampu menyingkirkan semua jenis diskriminasi, intoleransi, kemarahan, ketakutan, dan keputusasaan. Apabila kita menjalankan hidup selaras dengan Lima Latihan ini, kita sudah berada dalam jalan bodhisatwa. Mengetahui bahwa kita sudah berada dalam jalan ini, kami tidak terhanyut dalam kebingungan tentang hidup kami di masa lampau maupun ketakutan akan masa depan. (lagi…)
Mencintai atau Menghancurkan? Maret 14, 2009
Posted by nyanabhadra in refleksi.Tags: cinta, upeksa
comments closed
Tanpa kehadiran Upeksa, cinta berubah menjadi posesif. Hembusan angin pada musim panas memberi kesegaran, namun apabila engkau mencoba untuk mengalengkan angin itu agar bisa menikmatinya sendirian, maka angin itu akan mati.
Kekasih atau orang yang kita sayangi juga demikian, dia bagaikan awan, angin atau bunga, apabila engkau mengurungnya dalam kaleng, dia akan mati. Ternyata banyak orang bertindak demikian, mereka merampas kebebasan sang kekasih, lebih parah lagi bahkan sang kekasih sudah tidak bisa menjadi dirinya sendiri lagi.
Banyak orang yang hanya hidup untuk memuaskan dirinya sendiri saja, menjadikan kekasihnya sebagai objek untuk memenuhi keinginannya, tindakan demikian bukanlah mencintai namun menghancurkan!
Engkau berulang kali mengatakan “aku cinta padamu”, namun apabila engkau tidak mengerti aspirasi, kebutuhan, kesulitannya, maka engkau sedang memenjarakan kekasihmu dalam sel yang bernama “cinta”.
Cinta sejati memberimu dan kekasihmu ruang agar tetap memiliki kebebasan.
Menabur Benih Pikiran Cinta November 22, 2008
Posted by nyanabhadra in Indonesia, Thich Nhat Hanh.Tags: avatamsaka, cinta, dharmakaya, ekayana, intan, paramita, teratai, Thich Nhat Hanh, vimalakirti
comments closed
Menabur Benih Pikiran Cinta : Resensi Ringkas
oOo
Sub judul dari buku ini adalah “Praktik melihat secara mendalam berdasarkan tradisi Buddhis Mahayana”. Pemahaman saya atas alasan penulis memilih istilah “Mahayana” di dalam judul itu, berhubungan buku tersebut menjelaskan inti dari sutra-sutra Mahayana seperti Sutra Vimalakirti (Kinh Duy Ma Cat), Sutra Intan (Kinh kim Cang), Sutra Teratai (kinh Phap Hoa) dan Sutra Avatamsaka (Kinh Hoa Nghiem). Saya yakin bahwa ide utama buku ini akan dengan mudah dimengerti dan diterima oleh semua tradisi-tradisi Buddhis.









