jump to navigation

Hanya Pencerahan Sempurna Juni 8, 2008

Posted by nyanabhadra in Indonesia, meditasi, refleksi.
Tags: , , , , , , ,
comments closed

Hanya Pencerahan Sempurna

Transformasi

Tujuan kita belajar adalah mencoba untuk merubah semua aktivitas ucapan, badan jasmani, dan mental menjadi positif dan sekaligus mengatasi berbagai keterbatasan kita; yang ingin kita lakukan adalah merubah tiga pintu itu menjadi bajik atau positif, tentu saja banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan transformasi mental, dan ajaran Buddha merupakan metode yang sangat ampuh untuk itu.

Guru besar India, Chandrakirti dalam “Madhyamikavatara” menyatakan bahwa batin memiliki kekuatan dan pemberi dampak sangat besar dalam praktik ajaran Buddha, perlu anda ketahui bahwa hal paling pertama yang harus kita siapkan adalah berkaitan dengan mental dan cara pandang kita yaitu dengan melakukan transformasi cara pandang, dan kemudian hal ini akan mencakup hal-hal berikutnya.

(lagi…)

Masih Ingin Marah? April 9, 2007

Posted by nyanabhadra in 400 Stanza.
Tags: , , , , , ,
1 comment so far

Seandainya melukai orang lain tidak memberikan manfaat apa pun bagimu,
perestuan anda terhadap tindakan itu hanyalah kecanduan anda semata!

(400 Stanza, 145; Aryadeva)

Sampai kapanpun, pendekatan dengan kemarahan tidak pernah bisa dibenarkan, bahkan kemarahan sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Renungkanlah manfaat kesabaran, maka kita bisa meredam kemarahan.

Kita sangat mudah marah terhadap orang yang lebih lemah, kemarahan membawa mudarab daripada manfaat, memberi perestuan dan pembelaan diri atas kemarahan yang kita lontarkan hanyalah suatu kecanduan kita terhadap kemarahan.

(lagi…)

Sekelumit Kemarahan April 2, 2007

Posted by nyanabhadra in 400 Stanza.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Kemarahan muncul karena engkau tak punya kekuasaan,
dan kemarahan juga yang membuatmu berwajah buruk,
Mereka yang punya kekuasaan namun tak punya belas kasih sama sekali,
sesungguhnya mereka ini lebih buruk lagi.
(400 Stanza, 139;Aryadeva)

Kemarahan muncul karena kita tidak punya kekuasaan, wajah kita akan berubah menjadi hitam, lipatan kerut muncul di dahi, tampang kita sungguh buruk. Kita tidak bisa mengendalikan orang lain karena tanpa kekuasaan dan sama sekali tak berdaya, akhirnya kita membuat diri sendiri repot, kemarahan sudah memuncak membuat anda ingin melukai orang lain, bahkan kalau bisa menonjok orang yang menjadi sumber kemarahan kita. Keinginan kita untuk melukai orang lain menunjukkan bahwa kita tidak memiliki welas asih.

(lagi…)

Transformasi Maret 18, 2007

Posted by nyanabhadra in refleksi.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Transformasi
Tujuan utama belajar Buddhadharma adalah untuk merubah aktivitas fisik, ucapan, dan pikiran menjadi positif, kemudian berusaha mengurangi perbuatan negatif, dan juga memperbesar kapasitas kita, intinya terletak pada transformasi sudut pandang menjadi positif. Banyak cara untuk melakukan transformasi, bagi saya, ajaran Buddha sangat membantu dalam hal ini.

Chandrakirti (Tib. zla ba grags pa) dalam Madhyamaka-avatara (Tib. dbu-ma la ‘jug pa) menyatakan bahwa pikiran merupakan faktor maha penting dalam mempraktikkan ajaran Buddha, transformasi cara pandang mulai dari pikiran, kemudian transformasi ini akan memberi pengaruh kepada ucapan dan badan jasmani.

(lagi…)