Kisah Quan Am Thi Kinh Januari 2, 2009
Posted by nyanabhadra in Indonesia, Thich Nhat Hanh, refleksi.Tags: avalokiteshvara, bodhisatwa
comments closed
Ceramah Dharma oleh Thich Nhat Hanh pada tangal 28 Juli 1996 di Plum Village, Perancis.
Melampaui Ketidakadilan:
Kisah Quan Am Thi Kinh
© Thich Nhat Hanh
Sahabat,
Hari ini tanggal 28 Juli 1996, kita berkumpul di Lower Hamlet, saya akan menggunakan bahasa Inggris.
Ada seorang anak perempuan kecil bernama Kinh, dia lahir di Vietnam utara zaman dahulu. Orang tuanya berharap kelahiran seorang pria, namun yang lahir adalah perempuan, walaupun demikian mereka tetap bahagia dan memberikan nama kecil Kinh kepadanya. Kinh berarti “respek, yang disanjung tinggi”. Sebuah nama indah. Anda menghormati orang lain, binatang, termasuk menghormati kehidupan tumbuhan dan mineral. Menghormati kehidupan, menghormati kehidupanmu juga kehidupan mereka dekat denganmu. Kinh seorang perempuan cilik cantik, seperti setangkai bunga. Kinh sering bersama ibunya berkunjung ke wihara dekat desanya untuk memberikan persembahan bunga teratai kepada Buddha dan mendengarkan ceramah dharma yang diberikan oleh biksu. Kinh senang mendengar dharma.
(lagi…)
Delapan Realisasi November 18, 2008
Posted by nyanabhadra in Indonesia, Thich Nhat Hanh, refleksi.Tags: bodhisatwa, impermanen, pencerahan, realisasi
comments closed
Menyadari sepenuhnya bahwa dunia ini tidak permanen, segala sesuatu yang terbentuk oleh empat elemen yakni padat, cair, gas, dan panas akan ter-urai jua suatu hari nanti, semua ini mengandung benih ketidakpuasan. Setiap momen mengalami perubahan dan tiada henti menuju kehancuran, terus terlahir dan mati, pikiran merupakan titik sumber kebinggungan, badan jasmani merupakan hutan belantara tindakan tidak murni. Memeditasikan hal demikian akan pelan-pelan melepaskan kita dari cengkraman api samsara.
Menyadari sepenuhnya bahwa semakin besar nafsu keinginan maka semakin besar pula penderitaan. Masalah dalam kehidupan sehari-hari muncul dari nafsu keinginan dan keserakahan. Hanya mereka yang hidup bersahaja dengan sedikit keinginan dan sedikit ambisi yang bisa hidup santai dan relak.









