Meditasi Nafas Maret 31, 2008
Posted by nyanabhadra in meditasi.Tags: batin, buddha, energi, meditasi, mental, napas, netral, prajna, samatha, visualisasi
add a comment
Praktik meditasi kita fokuskan pada penghembusan keluar nafas, dengan bernafas keluar, kita bayangkan semua pikiran negatif pergi meninggalkan kita melalui lubang hidung yang berbentuk awan hitam kemudian melebur dan hilang, kita perlu melakukannya beberapa kali, dengan demikian batin kita menjadi bersih dan jernih.
Jadi, batin dan badan jasmani terkoneksi sangat erat dan dekat, energi batin bagaikan kuda, dan pikiran bagaikan joki, jadi antara kuda dan joki memiliki koneksi sangat erat, dengan demikian kita membayangkan energi hitam keluar melalui nafas keluar.
Dengan membayangkan energi hitam itu keluar, maka kita memvisualisasikan objek perlindungan, visualisasikan para Buddha dan bodhisatwa di depan kita, dan kemudian kita melakukan meditasi nafas dengan fokus pada nafas masuk semua berkah, prajna, pencapaian, welas asih, kekuatan para Buddha dan bodhisatwa.
Meditasi Dengan Batin? Maret 24, 2008
Posted by nyanabhadra in meditasi.Tags: batin, buddha, emosi, mahayana, meditasi, motivasi, nafas, samatha
add a comment
Perhatikan Batinmu Dulu
Kita tidak dianjurkan melakukan meditasi begitu saja tanpa persiapan, namun pertama perhatikan terlebih dahulu apa yang sedang terjadi dalam batin, pertama-tama arahkan fokus kepada diri kita sendiri dan periksalah apa yang sedang terjadi dalam batin kita.
Akar dari samsara maupun Nirvana adalah batin kita, jadi sangat penting untuk menempatkan batin pada kerangka yang tepat dan membangkitkan niat luhur, ciptakanlah motivasi yang tepat, meditasi bukanlah diukur dari seberapa lama anda sanggup duduk diam, namun seberapa tepat batin dan motivasi yang dibangkitkan.
Atisa Dipamkara menyebutkan, apabila akar pohon mengandung racun, maka semua cabang, daun, dan buah yang tumbuh juga akan beracun dalam kadar yang banyak maupun sedikit; apabila akarnya bersih dan murni, maka hasilnya juga akan bagus, jadi sangat penting untuk memulai dengan motivasi yang baik yang nanti akan memberi efek kepada bagian lain. Suatu praktik tergolong suatu praktik spiritual atau bukan, praktik mahayana atau bukan, semua ini tergantung pada motivasi yang melandasinya.
Mengapa Meditasi Maret 10, 2008
Posted by nyanabhadra in meditasi.Tags: batin, bodhgaya, buddha, dharma, kusa, meditasi, mental, prana, swastika
add a comment
Mengapa Meditasi?
Belajar, membaca, dan mendengar dharma bertujuan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, tentu saja kita menginginkan suatu perubahan. Dari dulu hingga detik ini, kita selalu dikendalikan oleh batin, dan demikian pula batin kita dikendalikan oleh faktor mental pengganggu (Tib. nyon mongs, Skt. Kleśa), seperti nafsu keinginan, kemelekatan, rasa penolakan, marah, dan kehilangan akal, semua faktor mental pengganggu inilah yang menuntun kita melakukan perbuatan-perbuatan negatif, ujung-ujungnya perbuatan itulah yang membawa dampak buruk bagi diri kita sendiri dan orang lain; oleh karena itu, kita ingin merubah keadaan ini.
Lalu, apa yang akan kita lakukan untuk merubah keadaan tersebut? Kita belajar, berlatih, dan meditasi; semua tindakan ditujukan kepada pengendalian batin, dengan keadaan batin terkendali, kita bisa mengarahkan pikiran kita ke arah yang diinginkan, demikian pula ketika pikiran terkendali, kita bisa mengganti objek konsentrasi sesuai keinginan kita, dengan demikian kita menginginkan suatu keadaan mental yang terkendali.
Berhenti Bertindak! Mei 7, 2007
Posted by nyanabhadra in 400 Stanza.Tags: aryadeva, bajik, batin, berhenti, meditasi, mental, pasir, yama
add a comment
Jumlah pasir di pantai bagaikan kelahiran kembali ke alam rendah, dan satu kantong kecil pasir bagaikan kelahiran ke alam lebih baik, saat ini juga, kita sedang menikmati kebebasan dan keberuntungan, kita perlu mengetahui dan menyadari keadaan sekarang ini, walaupun kita tidak bisa mencapai pembebasan dalam satu kehidupan ini, tapi ada baiknya kita memastikan diri untuk tidak terlahir ke alam rendah, inilah nasihat Aryadeva, oke!
Syair Permohonan Ajaran Maret 25, 2007
Posted by nyanabhadra in refleksi.Tags: ajaran, batin, buddha, dharma, guru, kematian, manjushri, metode, motivasi, pelita, spritual, syair, tekad
add a comment
Dalam Praktik Tujuh Bagian (Tib. yan lag bdun), ada satu syair yang intinya adalah memohon Buddha, pemenang, penakhluk berjaya di seluruh penjuru untuk menyalakan pelita ajaran dengan mengajarkan Dharma demi mengusir ketidaktahuan (Tib. ma rig pa, Skt. Avidyā), kegelapan dari delusi kedungguan (Tib. gti mug, Skt. Moha), yang merupakan sumber dari segala derita nestapa, semua tindakan kita dilandasi kebinggunan yang mengakar pada faktor mental pengganggu (Tib. nyon mongs, Skt. Kleśa), nyalakanlah pelita ajaran demi kebaikan semua makhluk.









