jump to navigation

Sambung Menyambung April 23, 2007

Posted by nyanabhadra in refleksi.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Zaman sekarang, semua orang sibuk, karena kerja di kantor menumpuk, stress, dan banyak complaint dari berbagai tempat, sehingga kita terlambat makan siang; kita sangat lelah dan ketika bangun pagi, kita merasa kurang tidur, batin kita lelah dan kurang siap bekerja, kita bahkan binggung sendiri, kemudian buru-buru pergi ke kantor, mereka yang sebagai bussinessman, pekerja, yang duduk di depan komputer, berhubungan dengan angka, uang, berhadapan dengan manusia, semua memainkan peran masing-masing dengan pikiran stress, sedikit saja muncul situasi yang bisa menyulut, pekerjaan tidak selesai, kemudian ditambah dengan perasaan lapar, maka kemungkinan besar KEMARAHAN akan muncul.

Setelah itu kita pulang ke kost atau rumah, meninggalkan setumpuk kerjaan yang belum selesai, mungkin hal yang paling ingin kita dapatkan adalah “massage”, nonton, mandi spa, siap-siap untuk makan makanan enak, dan kondisi begini kemungkinan besar KEMELEKATAN akan muncul.

(lagi…)

Masih Ingin Marah? April 9, 2007

Posted by nyanabhadra in 400 Stanza.
Tags: , , , , , ,
1 comment so far

Seandainya melukai orang lain tidak memberikan manfaat apa pun bagimu,
perestuan anda terhadap tindakan itu hanyalah kecanduan anda semata!

(400 Stanza, 145; Aryadeva)

Sampai kapanpun, pendekatan dengan kemarahan tidak pernah bisa dibenarkan, bahkan kemarahan sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Renungkanlah manfaat kesabaran, maka kita bisa meredam kemarahan.

Kita sangat mudah marah terhadap orang yang lebih lemah, kemarahan membawa mudarab daripada manfaat, memberi perestuan dan pembelaan diri atas kemarahan yang kita lontarkan hanyalah suatu kecanduan kita terhadap kemarahan.

(lagi…)

Sekelumit Kemarahan April 2, 2007

Posted by nyanabhadra in 400 Stanza.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Kemarahan muncul karena engkau tak punya kekuasaan,
dan kemarahan juga yang membuatmu berwajah buruk,
Mereka yang punya kekuasaan namun tak punya belas kasih sama sekali,
sesungguhnya mereka ini lebih buruk lagi.
(400 Stanza, 139;Aryadeva)

Kemarahan muncul karena kita tidak punya kekuasaan, wajah kita akan berubah menjadi hitam, lipatan kerut muncul di dahi, tampang kita sungguh buruk. Kita tidak bisa mengendalikan orang lain karena tanpa kekuasaan dan sama sekali tak berdaya, akhirnya kita membuat diri sendiri repot, kemarahan sudah memuncak membuat anda ingin melukai orang lain, bahkan kalau bisa menonjok orang yang menjadi sumber kemarahan kita. Keinginan kita untuk melukai orang lain menunjukkan bahwa kita tidak memiliki welas asih.

(lagi…)

Percayakah? April 1, 2007

Posted by nyanabhadra in refleksi.
Tags: , , , , , , , , ,
1 comment so far

Percayakah Anda bahwa sumber segala sumber masalah berasal dari tindakan kita yang telah terkontaminasi oleh kekotoran batin?
Percayakan Anda bahwa kekotoran batin berasal dari tiga racun yang menjalar diseluruh batin kita?
Tiga racun itu adalah kemelekatan, kemarahan, dan ketidaktahuan.

Setelah tahu tiga racun adalah sumbernya, perlukah kita mulai mengikisnya sedikit demi sedikit?
Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa kita perlu mengikisnya? Karena semua itu adalah sumber penderitaan bagi kita, semua makhluk tidak ingin menderita, kita semua ingin bahagia, oleh karena itulah kita perlu mengikisnya.

Pertanyaan akan berlanjut menjadi bagaimana kita mengikisnya?

(lagi…)