Pujian Juli 5, 2009
Posted by nyanabhadra in Indonesia, Thich Nhat Hanh, refleksi.Tags: arogan, bangga, monastik, pujian, Thich Nhat Hanh
4 comments
Suatu ketika ada seorang anak muda bertanya kepada Thay, “Saya punya rasa kurang nyaman ketika menerima pujian orang lain, ketika aku pikir kembali, pujian itu sungguh membuat saya kurang bahagia, ada sedikit perasaan sombong. Saya melihat begitu banyak mata tertuju padamu, memujimu, namun engkau tetap begitu tenang dan rendah hati juga begitu penuh kewaspadaan. Apakah engkau ada nasihat untuk saya agar bisa menerima pujian dengan penuh kesadaran?”
Thay menjawab, “Saya sebagai seorang monastik, kalau bicara dari sudut sebagai seorang monastik, kami ditahbiskan dalam keluarga monastik buddhis, mengenakan jubah sederhana, situasi berubah drastis, banyak sahabat awam yang ingin memberi hormat kepadamu karena engkau seorang monastik. Bagi seorang yang baru saja ditahbiskan tentu saja sangat menyulitkan, karena mereka sudah menjadi seseorang yang dihormati, jika mereka tidak berlatih dengan baik, maka mereka akan tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan.









