Kerbauku Kabur! Oktober 16, 2008
Posted by nyanabhadra in refleksi.Tags: buddha, kerbau, pengembala
trackback
Suatu hari seorang gembala lingak-linguk, lari ke sana ke sini, sampai dihadapan Buddha yang sedang bersama beberapa orang biksu, ia bertanya, “Oh Bhante, apakah engkau melihat kerbauku lewat di sini?”
Buddha menjawab, “Pengembala, kami dari tadi duduk di sini tidak melihat ada kerbau yang lewat.”
Pengembala itu kemudian bersedu-sedan berguman, “Kerbauku kabur entah kemana, hasil panenku juga di gerogotin tikus sampai habis, pupuslah kehidupanku hidup ini sungguh menderita.”
Buddha mencoba menenangkan pengembala itu dengan berkata, “Coba engkau pergi ke sana untuk mencari” Buddha sambil menunjuk ke arah kirinya. Pengembala itupun pergi dengan tergopoh-gopoh sambil mengusap air matanya.
Setelah pengembala itu jauh menghilang, Buddha menoleh ke arah muridnya dan berkatan, “Engkau tak punya kerbau, jadi tidak usah kuatir kerbaumu akan hilang!”
Melepas adalah kebahagiaan, kita tidak bahagia karena tidak bisa melepas, kita selalu mencari-cari kebahagiaan dengan cara memperoleh kekayaan materi dan kenikmatan panca indra, kemudian kita genggam erat-erat seluruh kekayaan dan kenikmatan itu, kita tidak sadar bahwa benih kebahagiaan sudah ada dalam diri kita, tinggal kita siram dengan air agar tumbuh menjadi bunga kebahagiaan.
Ada orang yang bilang bahwa masuk anggota sangha adalah suatu pelarian, justru mereka yang berada di jalur perumah tangga yang setiap hari mencari pelarian dengan cara menonton televisi atau bioskop, makan sebanyak-banyaknya, minum arak, narkoba, beli ini dan itu, konsumerisme, baca novel, dan sebagainya.
Berbahagialah anggota sangha monastik yang tidak punya apa pun, tidak perlu kuatir kehilangan apa pun, tak punya kerbau maka penderitaan kehilangan kerbau juga tidak ada!









